January 9, 2013

Hari ke-9: Perburuan

Perburuan akan cita-cita selepas kuliah saya mulai dengan langsung mengajukan aplikasi Master Degree ke salah satu program di Erasmus Mundus Master Course. Kebetulan untuk tahun ajaran 2013-2015, yang aplikasinya dimulai di akhir 2012 s/d awal 2013 ini, ada beberapa program yang cukup menarik, dan secara tidak langsung menyatakan bahwa saya cukup eligible untuk setidaknya terlibat didalam aplikasinya, atau jika beruntung, tentu saja mendapat beasiswanya. Lebih tepatnya ada empat program yang related dengan bidang studi S1 saya, dan ada dua yang menarik perhatian saya.
Beberapa berkas langsung saya coba untuk kumpulkan tidak lama setelah urusan skripsi selesai. Perburuan berkas dimulai dengan pergulatan di English Proficiency, sampai saya meniatkan diri untuk private course dan test dua kali untuk score TOEFL IBT yang saya harapkan. Beberapa aplikasi program mengharuskan adanya recommendation letter, yang saya juga segera urus setelah lulus. Dua Professor di kampus akhirnya bersedia untuk membuatkan sebuah recommendation letter. Tidak hanya sampai itu, Ijazah dari UGM juga harus diterjemahkan ke Bahasa Inggris menggunakan Sworn Translator, yang ternyata tidak murah. Setelah syarat-syarat dengan embel-embel legally certified itu selesai, saya mulai berkutat dengan membuat CV (Euro Pass Format) dan 2 halaman Motivation Letter
Seluruh berkas sudah siap. Berkas online dikirim, dan konsorsium secara official sudah menerima online application saya, dan meminta saya untuk mengirimkan berkas aslinya sesegera mungkin via pos. Saya kemudian membeli sebuah amplop coklat, yang akan mengantar seluruh berkas + harapan tersebut. Saya percayakan urusan kirim-mengirim kepada Pos Reguler dari PT. Pos Indonesia, daripada Fedex atau DHL. Selain karena harganya 5x lebih murah, saya memang percaya pada PT. Pos Indonesia. Walaupun saya cukup was-was dengan Paket Reguler yang tidak bisa di-tracking, dan tidak ada jaminan untuk sampai dalam jangka waktu berapa lama, padahal saat itu deadline untuk hardcopy  application harus sampai di Belanda adalah tiga minggu saja.
Ribet? Yes! Tapi itulah esensi perburuan. Some people say, there is no free lunch. 


Perasaan cukup campur aduk ketika saya menerima email berisikan konfirmasi penerimaan dan seleksi awal berkas. Walaupun hanya sekedar konfirmasi bahwa berkas diterima, saya sudah hampir jungkir balik karena senang. Setidaknya masih ada harapan, karena berkas saya tidak berhenti atau hilang di jalan. Ya, masih ada harapan.
bersambung...

#Hari ke-9 #30HariBercerita

4 comments: